Rabu, 08 Juli 2015

Jurnal Tentang Web 2.0

PERANAN WEB DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Auki Akbar
Jurusan Teknik Informatika
                                                             Universitas Gunadarma                                                                        
                                                                                                            
Jalan Margonda Raya, Gang Kedoya, Depok
Telepon : 085758017011, email: aukiakbar123@gmail.com


ABSTRAKSI
Website, seperti yang telah kita ketahui merupakan suatu sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Informasi ini awalnya bersifat sederhana, seperti informasi berupa berita – berita yang terjadi kehidupan sehari – hari. Tetapi, karena kehidupan masyarakat semakin berkembang dengan kebutuhannya, peran website sebagai teknologi modern pun meski berkembang pula. Perkembangan manusia ini bisa terlihat dari aspek, politik, ekonomi, sosial, hukum, budaya, pendidikan dan sebagainya. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang mesti dikembangkan masyarakat. Di Indonesia sendiri, taraf pendidikan masih cukup rendah. Oleh sebab itu, Dengan adanya website diharapkan pendidikian masyarakat terkhusus di Indonesia dapat ditingkatkan

Kata Kunci : Web, Pendidikan




PENDAHULUAN
            Seperti yang telah kita ketahui, web itu merupakan halaman situs sistem informasi yang dapat diakses secara cepat. Melalui perkembangan teknologi informasi, tercipta suatu jaringan komputer yang saling berkaitan. Jaringan yang dikenal dengan istilah internet secara terus menerus menjadi pesan – pesan elektronik, termasuk e-mail, transmisi file dan komunikasi dua arah antar individu atau komputer.
            Dari penjelasan di atas terlihat oleh kita gambaran dasar web, yang sebenarnya  ”berjalan” di dalam jaringan komputer yang bernama internet. Web ini, seperti yang kita ketahui memiliki banyak fungsi.
            Berbicara mengenai masalah web, bidang pendidikan merupakan salah satu yang dikembangkan oleh teknologi ini. Hal itu disebabkan karena banyaknya kesulitan-kesulitan proses pengajaran, pembelajaran maupun hal–hal lainnya dalam dunia pendidikan oleh oknum yang telibat dalam dunia pendidikan. 
            Oleh sebab itu, dengan berkembangnya teknologi web ini diharapkan kemudahan untuk meningkatkan aspek pendidikan ini dapat dilakukan dengan baik.

METODE PENULISAN
Dalam Pembuatan jurnal ini, penulis mendapatkan  informasi dari beberapa jurnal  internasional yang didapatkan di internet. Jurnal ini dibuat dengan tujuan agar bagi yang membaca jurnal, bisa memahami pembahasan web ini dalam kehidupan sehari – hari sehingga perlahan konsep pendidikan di Indonesia semakin membaik.
Lalu, yang akan dibahas penulis pada jurnal  ini seputar pembahasan mengenai web, khususnya web 2.0. Lalu ciri - ciri web 2.0, keterkaitan web 2.0 dalam aplikasi web–based education, keuntungan adanya web dalam dunia pendidikan.

PEMBAHASAN

Apa itu web, khususnya web 2.0?
            Dewasa ini, penggunaan web telah menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakat. Ada yang digunakan sebagai sarana bermain, sarana belanja, media sosial, dan sebagainya. Tetapi, banyak pandangan masyarakat ini ternyata hanya berkutat pada satu pandangan atau satu persepsi saja. Sebagai contoh, menurut pandangan saya banyak orang yang menggunakan komputer pada saat waktu luang di sela-sela kesibukan memanfaatkan waktunya untuk mengunjungi situs jejaring sosial semisal facebook. Dan para pengguna facebook ini, biasanya membaca status-status yang dipaparkan pengguna lain di halaman facebook, ataupun sebaliknya.
Bukan hal yang salah memang menggunakan web untuk hal yang demikian. Hanya penggunaan web yang seharusnya lebih optimal menjadi kurang optimal, karena banyak hal lain yang bisa dilakukan pengguna web selain membuka jejaring sosial. Semisal membuka situs berbagi video,  wiki (semacam web ensiklopedia), dsb. Ataupun juga kadangkala masyarakat tidak terlalu mengenal fitur – fitur yang ada pada web. Hal itu mungkin terasa pada kita ketika orang masih menanyakan hal seperti ini, “Dimana tempatnya?”, “Apa yang terjadi hari ini?”, dsb. Padahal web telah menyediakan fitur-fitur yang bisa menjawab masalah seperti itu, contohnya google map atau google earth untuk memudahkan seseorang melakukan pencarian lokasi maupun web yang menyediakan forum-forum berita seperti yahoo (yahoonews).
            Apa yang salah sebenarnya dari kejadian ini?
            Menurut opini penulis, hal itu mungkin disebabkan karena pengguna web kurang memahami esensi dari web itu sendiri. Sehingga web itu digunakan hanya sebagai media satu-fungsi saja bukannya multifungsi. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis ingin menjelaskan tentang pengertian web.
Jadi, apa itu web?
            Website atau web adalah keseluruhan halaman – halaman web yang terdapat dalam sebuah domain yang mengandung informasi. Setelah mendengar penjelasan ini, kita coba untuk menggali lebih dalam seputar perkembangan web.
            Web telah dikenal sejak tahun 1990-an. Web ini mengalami perkembangan dari yang semula sebagai media penyedia informasi dan terus berkembang hingga pada tahun 2003 O’Reilly media mencetuskan istilah web 2.0. Maksud dari istilah ini, merujuk kepada generasi yang dirasakan sebagai generasi kedua layanan berbasis web seperti situs jaringan sosial, wiki, perangkat komunikasi, dan folksonomy yang menekankan pada kolaborasi online dan berbagi antar pengguna.
            Atau lebih jelasnya maksudnya istilah web 2.0 ini dipakai untuk menggambarkan aplikasi-aplikasi Internet generasi baru yang merevolusi cara kita menggunakan Internet. Semua aplikasi ini membawa kita masuk ke babak baru penggunaan Internet yang berbeda dengan generasi sebelumnya pada pertengahan tahun 1990-an.
            Menurut Tim O’Reilly sang pencetus istilah 2.0, dia menjabarkan arti dan ciri-ciri web 2.0 dari bukunya “what is web?”. Berikut ini ciri-cirinya :
1. The Web as Platform
Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau Internet) sebagai platformnya. Apa sih yang dimaksud dengan platform ? Platform di sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform berarti aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang bisa diakses dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa diakses dari sistem operasi mana pun.
Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web 2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini.

2. Harnessing Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang unik, yaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai hasilnya muncullah basis pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah ensiklopedi online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit artikel. Hasilnya adalah ensiklopedi online besar yang sangat lengkap artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta ! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita bisa menemukan “permata-permata” di Web gabungan hasil browsing dari ribuan orang. Blogosphere juga merupakan contoh kepandaian kolektif karena setiap orang bisa menulis blog-nya sendiri-sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling terkait satu sama lain di dalam otak kita.

3. Data is the Next Intel Inside
Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basis data yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada pengumpulan dan manajemen data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku lain, dan sebagainya. Ini berarti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang menguasai data.

4. End of the Software Release Cycle
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang berbeda dengan aplikasi pada platform “lama” seperti Windows. Suatu aplikasi Windows biasanya dirilis setiap dua atau tiga tahun sekali, misalnya saja Microsoft Office yang memiliki versi 97, 2000, XP, dan 2003. Di lain pihak, aplikasi Web 2.0 selalu di-update terus-menerus karena sifatnya yang bukan lagi produk melainkan layanan. Google misalnya, selalu di-update data dan programnya tanpa perlu menunggu waktu-waktu tertentu.

5. Lightweight Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.

6. Software Above the Level of a Single Device
Aplikasi Web 2.0 bisa berjalan secara terintegrasi melalui berbagai device. Contohnya adalah iTunes dari Apple yang berjalan secara terintegrasi mulai dari server Internet (dalam bentuk toko musik online), ke komputer pengguna (dalam bentuk program iTunes), sampai ke mobile device (dalam bentuk iPod). Di masa depan diperkirakan akan makin banyak aplikasi-aplikasi yang memiliki sifat ini, misalnya saja demo Bill Gates di CES 2006 menunjukkan integrasi antar device yang luar biasa.

7. Rich User Experiences
Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang meskipun berjalan dalam browser namun bisa memberikan respons yang cepat saat pengguna menjelajahi peta.

            Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami web itu secara lebih mendalam sehingga kita sebagai pengguna web dapat menggunakan web itu dengan lebih bijaksana.

Peranan Web 2.0 Dalam Dunia Pendidikan

            Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, web ini membantu pengguna hampir ke semua aspek kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan.
            Dalam dunia pendidikan, cukup banyak peranan web 2.0 untuk memudahkan pengajar maupun pelajar untuk melakukan kegiatannya. Mungkin kita pernah mencoba fitur yang diberikan oleh web ini, namun kita tidak menyadarinya. Berikut ini peranan web dalam dunia pendidikan:

1. Belajar dengan Dikelola Web
            Dahulu, setiap informasi jadwal belajar kita terima langsung dari sekolah. Pengajar memberikan informasi kepada muridnya di kelas kapan harus datang dan kapan tidak datang ke sekolah. Tetapi hal ini terkesan kurang efektif karena apabila ada berita mendadak, maka pengajar pun kesulitan untuk meyampaikan informasi ini kepada pelajar.
            Sekarang berkat kemajuan web, pengajar tak perlu bingung untuk menyampaikan informasi kepada pelajar karena pengajar cukup membuat pengumuman di website sekolah kemudian pelajar disuruf aktif untuk membuka web tersebut.
            Contoh dari penerapan sistem ini adalah halaman BAAK universitas Gunadarma. Disana setiap mahasiswa dituntut untuk aktif mengunjungi halaman web itu. Karena semua informasi seputar pembelajaran, seperti jadwal kuliah, jadwal ujian, jadwal liburan, dsb. Dengan begitu pemberitahuna informasi dari pengajar menjadi lebih efektif.

2. Ujian Berbantu Web
            Uiian seperti ini sangat efektif dilakukan sekarang. Selain mengurangi kecurangan pada saat ujian juga meyederhanakan kebutuhan ujian pelajar, karena peralatan ujian tidak terlalu dibutuhkan seperti pensil kertas, dsb. Dari sisi mengurangi kecurangan, hal itu disebabkan karena soal yang disediakan web dalam sebuah komputer beragam, sehingga resiko pelajar untuk saling bekerja sama pun berkurang.
            Contoh dari penerapan system ini yaitu seperti pengadaan Ujian Nasional dan I-lab universitas Gunadarma.

3. Web sebagai Media Instruksi 
            Pembelajaran di sekolah itu biasanya belum tentu terlalu efisien karena banyak hal yang membuat konsentrasi pelajar jadi buyar. Oleh sebab itu, dengan teknologi web hal tersebut bisa diatasi.
            Pengajar yang ingin memberikan pelajaran tambahan kepada para pelajar dapat menggunakan web sebagai media instruksi kepada pelajar. Jadi, web ini seakan-akan menjadi pengajar pengganti bagi pelajar. Web memberikan instruksi apa-apa saja yang harus dilakukan, lalu memberikan materi pelajaran yang bisa pelajar unduh pada web tersebut hingga web ini menyediakan soal-soal yang akan dikerjakan pelajar sebagai media latihan.
            Contoh penerapan dari system ini yaitu, web v-class gunadarma.

4. Pengarahan Berbantu Web
            Untuk system yang satu ini, berfungsi membantu pelajar mengambil keputusan atas persoalan pembelajarannya. Contohnya, pelajar yang tidak bisa menjawab suatu soal yang diberikan dosen sehingga dia menggunakan web pencari untuk mencari jawabannya semisal google.

KESIMPULAN DAN SARAN

            Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan mengenai peranan web dalam dunia pendidikan yaitu yang pertama setiap pengguna internet itu seharusnya bisa memahami tentang dasar – dasar dari sistem web, sehingga penggunaan website nantinya bisa dimaksimalkan pengguna dengan bijak, salah satunya dengan memahami ciri – ciri web 2.0.
            Kesimpulan yang kedua yaitu dunia pendidikan modern tak bisa lepas oleh web. Banyak sistem pendidikan yang menggunakan web sebagai alat bantu pendidikan untuk memudahkan pengajar dan pelajar. Sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara efektif
            Saran yang dapat diambil dari pembahasan materi in yaitu agar web ini lebih berkembang dan lebih inovatif nantinya supaya pendidikan di suatu daerah, khususnya Indonesia dapat lebih maju. Kemudian bagi para pelajar maupun pengajar agar dapat menggunakan web sebaik-baiknya, karena dukungan pendidikan yang baik itu bukan hanya dari sisi perkembangan web saja tetapi juga dari sisi yang menggunakan web, yaitu : pelajar dan pengajar.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anderson, Paul. 2007.“What is web? Ideas, technologies and implications for education”. JISC Technology and Standard Watch. Feb. 2007
2.  O’Reilly, Tim. 2005.“What is Web 2.0 ?”. Sept. 2005
3. Brusilovsky, Peter. Eklund, J. dan Schwarz, E. 1998.“Web-based Education for All: A Tool for Development Adaptive Courseware”. Computer Networks and ISDN Systems. 14-18 April 1998
4. Alexander, Shirley. 2001. “E-learning Developments and Experiences”. Technological Demands on Women in Higher Education: Bridging the Digital Divide, Cape Town, February 2001.


Sabtu, 10 Januari 2015

Tangga Pencerahan (Lomba foto Mahasiswa)

"Suatu tangga di Universitas Gunadarma"

Ratusan mahasiswa menaiki maupun menuruni tangga ini. Semuanya menuju ke suatu hal yang positif: mempererat persaudaraan, beribadah kepada Allah, maupun menuntut ilmu..... 

Selasa, 25 November 2014

Perkembangan Sistem Pendidikan berdasarkan Penggunaan New Media


                   Sekarang, new media tidak lepas dari setiap aspek kehidupan manusia. Banyak kebutuhan manusia yang bisa terbantu dengan adanya new media ini. New Media terdiri dari 2 kata yaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media yang berarti Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya.
                Dunia pendidikan pun berkembang karena adanya kehadiran teknologi new media. New media seakan – seakan hal pokok yang mendasari Ilmu pendidikan sekarang ini. Hal itu tampak dari segi pengajaran. Sebagai contoh, karena Projector Guru lebih mudah menjelaskan materi pelajaran kepada murid – muridnya dan murid pun lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan dari guru mereka karena tampilan pelajaran yang ditampilkan oleh projector lebih menarik dan mudah dipahami.  Projector ini merupakan new media.
              Sistem pendidikan sekarang juga telah lebih berkembang karena adanya New Media. Berikut adalah aplikasi pendidikan yang dikembangkan untuk penerapan sistem pendidikan.

1. Menggunakan Aplikasi Pengajaran

a.       CAI


 CAI yang merupakan kepanjangan dari Computer Assited Instruction adalah penggunaan komputer secara langsung terhadap siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan-latihan dan menguji kemampuan belajar siswa. Karena keluwesan dan kemampuan suatu komputer untuk memberikan pembelajaran yang bervariasi, maka komputer dapat dianggap sebagai peranan seorang tutor yang “sabar” tanpa batas. Komputer dapat juga digunakan untuk mengontrol media lain dan memberikan siswa bahan referensi yang diperlukan, bantuan penampilan dan pelayanan administrasi dan mensimulasikan fasilitas lingkungan dan laboratorium. Contoh dari penerapan CAI ini adalah pembelajaran melalui ilab. 

       b.  Aplikasi Program Komputer


Aplikasi program komputer juga merupakan salah satu sistem pengajaran yang dikembangkan. Salah satu contohnya yaitu cd interaktif atau semacam cd tutorial yang terdapat dalam buku pelajaran apabila membeli buku pelajaran.

      c. Sistem CAI - PLATO

Sistem ini dikembangkan di Illinois Univ. & Central Data Corp. Sistem ini bertujuan untuk memotong jalur pendidikan formal dan langsung belajar di rumah berupa latih, praktek, penjelasan dan simulasi. Contoh penerapan dari Sistem ini adalah pemberian v-class (virtual class) dari pengajar / dosen kepada mahasiswa.


2. Menggunakan Aplikasi Pengajaran

     a.  CMI (Computer Managed Instruction)


      CMI ini secara garis besar adalah pembelajaran dengan dikelola oleh komputer. Contohnya adalah perencanaan kuliah, belajar, ujian. Komputer langsung memantau kegiatan dan prestasi mahasiswa.


    b. CAT (Computer Assisted Testing) 


         CAT ini secara garis besar adalah ujian berbantu komputer. Contohnya, komputer digunakan sebagai penganti kertas ujian komputer dimanfaatkan untuk menggali  kemampuan melalui tanya jawab secara aktif, seperti ilab dan v-class. 


c. CAG (Computer Assisted Guidance)

         CAG adalah Pengarahan berbantuan computer,  membantu pemakai dalam pengambilan keputusan. Contohnya adalah penggunaan Internet.


Referensi :
1.       Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran




Selasa, 04 November 2014

Mencairnya Kebekuan Politik untuk Indonesia Satu



Sepanjang tahun 2014 ini, kita telah melalui sebuah  event besar yang sangat dinantikan Bangsa Indonesia, yaitu Pemilihan Umum. Selama masa kampanye, kita telah merasakan iklim persaingan yang cukup panas antara para calon presiden. Dukungan calon presiden dan wakil presiden Prabowo – Hatta maupun Jokowi – Jusuf Kalla sama – sama kuat. Hal itu menyebabkan politik di Indonesia waktu itu, terkesan membeku. Para simpatisan Prabowo maupun Jokowi, terkesan saling menjatuhkan satu sama lain.   
Berikut ini merupakan berita – berita yang dkutip dari surat kabar harian.

Sebelum Pelantikan
Berita ini dibuat tanggal 2 November 2014, Pukul 2:47 WIB, dari harian “SUARAMERDEKA” . 

  TAK mudah efek sistemis bekerja di Indonesia, baik untuk jurusan berkah maupun musibah. Musibah dengan skala apa pun tak mudah berefek sistemis. Tsunami Aceh misalnya, alih-alih menghancurkan, ia malah menyatukan. Belum pernah ada jenis kerekatan sosial sedemikian rupa di Indonesia menyangkut Aceh sebelum tsunami besar itu terjadi. Televisi  menyala setiap hari mengabarkan bencana dahsyat itu hingga ke ceruk ruang-ruang keluarga. Hasilnya, belum pernah kita saksikan sebelumnya mobilitas bantuan yang demikian deras, sampai Presiden SBY saat itu membebaskan langit kita dengan open sky policy.

    Jika sebuah bank bermasalah dan dikhawatirkan menimbulkan dampak sistemis, begitu sigap sebuah keputusan diambil agar bencana keuangan sistemis itu tidak terjadi. Perkara kesigapan itu dianggap terlalu sigap dan menimbulkan kontroversi hingga kini, tetapi faktanya dampak sistemis itu memang tidak terjadi.

   Persaingan pilpres Prabowo-Jokowi adalah persaingan terpanas sepanjang pilpres pada era demokrasi. Begitu panas sampai dikhawatirkan berdampak sistemis bernama rusuh sosial. Dari kalkulasi hasil pikiran ahli sampai ke penerawangan dukun, siapa pun yang menang akan terjadi gonjang-ganjing. Ternyata yang terjadi hanyalah sekadar gonjang tapi tak sampai ganjing. Ada saja faktor pencegahnya. Baik pencegah alam, maupun pencegah kebudayaan.

     Pertama, perseteruan itu terjadi tepat di bulan puasa dan Piala Dunia. Siang banyak orang lapar karena puasa sementara malamnya banyak orang begadang karena harus menonton bola. Dua kegiatan ini saja cukup sudah untuk mengurangi derajat pertengkaran.
   
    Saat Jokowi dinyatakan menang oleh KPU, diramalkan akan terjadi puncak kekacauan. Hal itu juga tak terjadi. Ada saja faktor pencaharnya. Jokowi menemui Prabowo dengan hasil Prabowo datang ke pelantikan dengan ledakan tepuk tangan. Kerasnya tepuk tangan itu memang berisi bermacam-macam adonan perasaan, tapi salah satunya pasti betapa pemandangan itu melegakan. Perseteruan yang dikhawatirkan akan bersifat sistemis itu ternyata juga mengempis di tengah jalan. Sebagai ganti, sikap legawa yang banyak dirindukan itu akhirnya terperagakan.
  
   Lalu kita pun menduga bahwa kemunculan sikap legawa ini akan bersifat sistemis. Jika satu legawa, yang lain akan mengikuti? Tetapi tenyata tidak. DPR pecah. Dan di dalam sejarah berdemokrasi, ini baru pertama kali terjadi ada DPR tandingan. Legawa ternyata memang lebih mudah diperagakan oleh pihak yang diuntungkan. Kepada pihak yang tengah rugi hal itu sulit sekali. ”   Karena sakitnya tuh di siniii….,” begitu istilah anak-anak gaul kini.

   Apakah perpecahan DPR ini akan berdampak sistemis? Rasanya tidak. Ini kalau kita konsisten percaya bahwa soal-soal sistemis itu sulit terjadi di sini. Maka walau ada DPR tandingan, tak tegalah bangsa ini jika harus melahirkan presiden tandingan. (62)
Setelah Pelantikan
   
    Berita ini berjudul “Polcomm: Pasca Pelantikan Jokowi-JK, Tensi Politik akan Menurun”, dikutip dari warta berita RRI, dan dibuat pada tanggal 21 Oktober 2014
KBRN, Jakarta: Political Communication Institute (Polcomm Institute) menilai pasca pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla, dan pertemuan antara Prabowo dan Jokowi berimbas pada tensi politik yang menurun. 
   
  Menurut Direktur Polcomm Institute Heri Budianto, pertemuan Jokowi-JK bukan saja mencetak sejarah, namun membuktikan dalam konstelasi politik itu menang dan kalah itu biasa. 

  “Tentu saja kita melihat situasi politik empat hari terakhir ketika Prabowo-Jokowi bertemu berimbas pada tensi politik yang menurun,” kata Heri, Selasa (21/10/2014).
  
   Dijelaskannya, elit politik harus belajar dengan pertemuan Prabowo dan Jokowi. “Bagi Pak Jokowi, beliau memiliki sikap yang luar biasa, dimana yang menang merangkul yang kalah. Beliau mau menemui Pak ARB dan mendatanginya,” terangnya. 

  Bagi Prabowo, ungkapnya, bukan hal yang mudah untuk mengalahkan ego. Namun demikian, ujarnya, tensi politik bisa naik bila terjadi perebutan posisi komisi-komisi di DPR. Selain itu, ia menilai PAN dan Demokrat yang bisa dirangkul Jokowi. Sebab antara PAN dan Demokrat itu bisa bersama-sama dalam kerjasama politik. (SAS/AKS)

  Dari kedua berita yang telah dimasukkan dalam artikel ini, kita dapat memetik pelajaran bahwa semua kemelut yang timbul akibat rasa simpatisme terhadap para calon presiden adalah hal yang lumrah, karena itu menunjukkan rasa peduli dan cinta tanah air oleh individu – individu yang tinggal di negeri ini. Tapi alangkah baiknya, para simpatisan itu bersikap yang bijak dalam menentukan pilihan calon presiden. Dengan begitu, ketentraman tanah air akan tetap terjaga. 
   Lalu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo. Pertemuan ini sarat dengan nilai sportivitas dan bertanggung jawab. Dengan adanya hal ini, kebekuan politik mereda, dan negara ini menjadi lebih aman. Semoga dengan terpilihnya Presiden baru kita untuk periode 2014 – 2019, negara kita bisa semakin aman, tenteram, dan maju. Aamiin…. 

Referensi :


Selasa, 07 Oktober 2014

Pengetahuan Tentang New Media

                Banyak new media yang berkembang pesat pada saat ini. Seiring perkembangan internet, hal – hal berbau new media semakin berkembang pula. Hal itu, seperti perkembangan media sosial, gadget – gadget terbaru, media penyimpanan terbaru, dan sebagainya. Berikut akan saya paparkan tentang new media beserta kegunaannya yang saya ketahui.

1.       Gadget
      
     Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya.
     Perbedaan gadget dengan teknologi yang lainnya adalah unsur kebaruan berukuran lebih kecil. Sebagai contoh:




  • Komputer merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gadgetnya yaitu laptop/notebook/netbook.  
  • Telepon rumah merupakan alat elektronik yang memiliki pembaruan berbentuk gadgetnya telepon seluler.


2.       Media Sosial
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
    Orang – orang awam ada yang beranggapan bahwa sms itu merupakan media sosial. Sebenarnya ada yang membedakannya, dilihat dari ciri – ciri media sosial. Ciri – ciri media Sosial itu adalah :
  ·        Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
  ·         Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
·         Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
·         Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi


3. Media Penyimpanan
Media Penyimpanan data tentu sudah tidak asing bagi kita,  digunakan untuk menyimpan data – data yang telah kita buat. Benda – benda ini ada yang telah termasuk dalam satu rakitan komputer seperti harddisk, maupun ada yang di luar komputer, seperti flash disk.
                Flash disk ini berkembang, dengan menambhakan jumlah penyimpanan data. Saat ini ada flash disk berukuran 18 GB, bahkan lebih. Selain itu ada juga media penyimpanan berupa harddisk eksternal. Ukuran penyimpanannya jauh lebih bsar daripada flash disk.
Seiring berkembangnya teknologi, sekarang penyimpanan data tidak harus bergantung dari perangkat keras. Hal itu karena media penyimpanan berbasis web telah berkembang.  Kapasitas penyimpanan datanya juga bisa disesuaikan. Media penyimpanan berbasis web ini, jauh lebih aman dan praktis digunakan. Karena faktor lupa, ataupun kerusakan hardware tidak akan terjadi, semua data disimpan di dalam dunia maya. Selain itu, kita bisa membuka file ini dimana saja selama ada koneksi internet. Contoh media penyimpanan web seperti google drive.


                Mungkin itulah beberapa new media yang saya ketahui kegunaanya, semoga artikel ini bermanfaat. 

Cara pertama kali mengenal Internet

     
   I
nternet kini merupakan sebuah media yang kini paling sering digunakan orang. Dengan menggunakan internet, pekerjakan sehari – hari akan lebih mudah karena di internet kita bisa mencari informasi apapun yang kita ingink

Pengenalan saya terhadap internet bermula saat saya masih bersekolah di SD kelas 5. Pada saat itu, usaha warnet ( warung internet ) baru mulai berkembang. Lalu, saya pun sekedar untuk mencoba – coba menggunakan internet. Kira – kira satu atau dua tahun kemudian, mulai merebak game online maupun media sosial, seperti Friendster. Pada saat itu, penggunaan internet menurut saya mulai meningkat di tingkat anak sekolah.
               
              Seiring keperluan untuk mencari informasi agar memudahkan saya menyelesaikan tugas dari sekolah, kira – kira kelas 2 SMP saya memasang internet di rumah. Saya menggunakan modem ADSL, dengan menghubungkan modem tersebut ke saluran telepon.
           
           Internet turut dirasakan oleh semua keluarga saya. Ada yang digunakan sebagai sarana hiburan sampai digunakan sebagai sarana untuk bekerja. Saat ini, saya menggunakan internet dengan modem USB, sedangkan di rumah masih menggunakan modem yang sama. Hal itu disebabkan karena sya kuliah di tempat yang cukup jauh dari rumah saya sebelumnya.       

Minggu, 04 Mei 2014

Manusia dan Keadilan

A.      PENGERTIAN KEADILAN
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proposi tersebut berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lalu menurut Socrates,
 keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

B.      KEADILAN SOSIAL
Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan / ketidak adilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidak adilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.

C.      BERBAGAI MACAM KEADILAN

a.       Keadilan Legal atau keadilan Moral
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.
Ketidak adilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak serasian. Misalnya seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, maka akan terjadi kekacauan.

b.      Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally) Sebagai contoh: Ali bekerja 10 tahun dan budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp.100.000,-maka Budi harus menerima Rp. 50.000,-. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama, juster hal tersebut tidak adil.

c.       Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

D. KEJUJURAN
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan-perbuatan yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
E. KECURANGAN
Kecurangan atau curang identik dengan ketidak jujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Atau orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan usaha.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat sekelilingnya hidup menderita.
Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan, ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya ada empat aspek yaitu:


1.       aspek ekonomi
2. aspek kebudayaan
3. aspek peradaban
4. aspek teknik

F. PEMULIHAN NAMA BAIK
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan=perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia yaitu ;
1. manusia menurut sifatnya adalah mahluk bermoral
2. ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut
Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.
Akhlak berasal dari bahasa Arab akhlaq bentuk jamak dari khuluq dan dari akar kata ahlaq yang berarti penciptaan. Oleh karena itu tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia. Untuk itu orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak yang baik.
Ada tiga macam godaan yaitu ;
1. derajad/pangkat
2. harta
3. wanita
Bila orang tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka ia akan terjerumus kejurang kenistaan karena untuk memiliki derajat/pangkat, harta dan wanita itu dengan mempergunakan jalan yang tidak wajar. Jalan itu antara lain, fitnah, membohongi, suap, mencuri, merampok, dan menempuh semua jalan yang diharamkan
G. PEMBALASAN
Pembalasan ialah suatu reaksi atau perbuatan orang lain. Reaksi itu berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Sebagai contoh ; A memberikan makanan kepada B, dilain kesempatan b memberikan minuman kepada A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.
Dalam Al-Qur`an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan bagi yang bertaqwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan, dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan , pergaulan yang bersabahat mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

Pada dasarnya manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.